MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

Agenda

  1. Program AKM
  2. Contoh Soal AKM
  3. Mempersiapkan AKM

Conceptual & Factual ISSUES

MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

Hasil PISA 2012: mayoritas siswa usia 15 tahun belum memiliki literasi dasar (membaca, matematika, sains)

Anak-anak kita tidak akan berdaya saing bila di sekolah mereka tak dilatih KECAKAPAN HIDUP ABAD 21,misalnya:untuk membuat perbandingan, membuat penilaian data, berpikir kritis, membuat kesimpulan, memecahkan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata serta pada situasi yang masih asing.

MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

ASESMEN NASIONAL 2021 -AKM

Pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah

MUTU DIUKUR DENGAN 3 INSTRUMEN

  • ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM)
    • Mengukur literasi membaca dan numerasi
  • SURVEI KARAKTER (SK)
    • Mengukursikap, kebiasaan, nilai-nilai sbg hasil belajar non kognitif
  • SURVEI LINGKUNGAN BELAJAR (SLB)
    • Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran

MENGAPA LITERASI DAN NUMERASI

  • Literasi membaca dan numerasi adalah DUA KOMPETENSI MINIMUM bagi siswa untuk belajar sepanjang hayat & dapat berkontribusi kepada masyarakat
  • Menurut studi nasional & internasinal, tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah

MENGAPA SURVEI KARAKTER

  • Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa secara utuh
  • Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, values, dan perilaku yang mencerminkan Pancasila

PROFIL & KELEBIHAN AKM

  • Tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum
  • Tidak membedakan peminatan
  • Siswa mendapat soal yang mengukur kompetensi yang sama
  • Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mapel dan peminatan (ragam stimulus)
  • Penguasaan terhadap2 kompetensi (literasi dan numerasi)
  • Dilakukan agar sesuai dengan standar internasional spt PISA
  • AKM dilaksanakan secara adaptif
  • Tidak ada kisi-kisi
  • Keberhasilan AKM tidak melalui proses drilling soal-soal

DAMPAK AKM

  • Memperbaiki budaya belajar (diharapkan)
  • Tidak ada dikotomi antar amapel UN dan mapel non UN
  • Tidak ada mapel utama dan mapel pelengkap
  • Tidak ada percepatan materi / bimbingan intensif Meningkatkan proses pembelajaran

PESERTA

MURID / WARGA BELAJAR

  • Untuk persekolahan, pesertanya siswa kelas 5,8, dan 11 (dipilih secara acak)
  • Untuk pendidikan kesetaraan, pesertanya siswa kelas 6, 9 , 12 (yang memerluan)
  • Setiap peserta mengerjakan AKM, SK, dan SLB

GURU DAN KEPALA SATUAN

  • Semua guru dan KS mengerjakan SLB secara mandiri

PELAKSANAAN

  • Menggunakan daring
  • Jadwal yang ditentukan dan diawasi
  • Guru dan KS mengerjakan survei scr mandiri, waktu cukup panjang

WAKTU

Jenjang SD

  • Hari1, tes literasi 75 menit
  • Hari1, survei karakter 20 menit
  • Hari2, tes numerasi 75 menit
  • Hari2, survei lingkungan belajar20 menit

Jenjang SMP/MTs, SMA/MA, SMK

  • Hari1, tes literasi 90 menit
  • Hari1, survei karakter 30 menit
  • Hari2, tes numerasi 90 menit
  • Hari2, survei lingkungan belajar 30 menit

PROFIL AKM

AKM NASIONAL

  1. Berfungsi mengevaluasi kualitas sistem pendidikan.
  2. Sampel peserta didik kelas 5, 8, 11 ditentukan oleh Kemdikbud
  3. Pelaksanaan terstandar oleh Pusat

AKM KELAS

  • Fungsi formatif untuk memahami hasil belajar individu peserta didik
  • Peserta didik kelas 2 –12 sesuai kebutuhan diagnosis guru
  • Pelaksanaan oleh guru di kelas

BENTUK SOAL AKM

  • PILIHAN GANDA
  • PILIHAN GANDA KOMPLEKS
  • MENJODOHKAN
  • ISIAN SINGKAT
  • URAIAN
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

PROSES KOGINITIF DALAM AKM

LITERASI

  • MENEMUKAN INFORMASI Mencari, mengakses & menemukan informasi tersurat dari wacana.
  • INTERPRETASI DAN INTEGRASI Memahami informasi tersurat & tersirat, memadukan interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi
  • EVALUASI & REFLEKSI Menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks & mampu mengaitkan isi teks dgn hal lain di luar teks

NUMERASI

  • PEMAHAMAN Memahami fakta, prosedur serta alat matematika.
  • PENERAPAN Mampu menerapkan konsep matematika dlm situasinya tayang bersifat rutin
  • PENALARAN Bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin

AKM (MODEL BUTIR SOAL/PENILAIAN)

Model Pembelajaran HOTS yang diharapkan mampu menunjang curiosity, saintifik, dll

  1. MP Discovery/Inquiry Learning),
  2. MP Problem-based Learning/PBL),
  3. MP Project-based Learning/PJBL).
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

Higher-Order Thinking Skills

  • Edward Glaser (1941:5) mengembangkan gagasan Dewey dan mendefinisikan berpikir kritis sebagai: (1) suatu sikap yang mau berpikir secara mendalam tentang masalah-masalah dan hal-hal yang berada dalam jangkauan pengalaman seseorang; (2) pengetahuan tentang metode-metode pemeriksaan dan penalaran yang logis; dan (3) semacam suatu keterampilan untuk menerapkan metode-metode tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya keras untuk memeriksa setiap keyakinan atau pengetahuan asumtif berdasarkan bukti pendukungnya dan kesimpulan-kesimpulan lanjutan yang diakibatkannya.
  • Robert W. Bailey (1989), pemecahan masalah merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan tingkat tinggi dari proses mental seseorang yang mengombinasikan gagasan cemerlang untuk membentuk kombinasi gagasan yang baru berdasarkan penalaran.
  • Cotton, K (1991), berpikir kreatif memiliki karakteristik sebagai berikut: fluency (membangun banyak ide), flexibility (dapat merubah-ubah pandangan dengan mudah), originality (menghasilkan sesuatu yang baru), dan elaboration (membangun ide-ide berdasarkan ide-ide yang lain)
  • Horolddan Cyril O’Donnell, pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

ApakahHigher-Order Thinking?

  • Transfer satu konsep ke konsep lainnya
  • Memproses dan menerapkan informasi
  • Mencari kaitan dari berbagai informasiyang berbeda-beda
  • Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
  • Menelaah ide dan informasi secara kritis

CONTEXTUAL ASSESSMENT

  • Asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari;
  • Ruang lingkup stimulus/konteks: personal, sosial, dan global, seperti:
    • kesehatan
    • pendidikan
    • pekerjaan
    • sumbar daya alam
    • lingkungan hidup
    • bencana alam
    • pemanfaatan sains dan teknologi

CONTEXTUAL ASSESSMENT

Karakteristik asesmen kontekstual (REACT):

  1. Relating: terkait langsung dengan konteks pengalamankehidupannyata.
  2. Experiencing: ditekankan kepada penggalian(eksplorasi), penemuan(discovery), dan penciptaan(invention).
  3. Applying: menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.
  4. Communication: menuntut kemampuan peserta didik untuk mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada kesimpulan konteks masalah.
  5. Transfering: menuntut kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas kedalam situasi atau konteks baru.
MEMPERSIAPKAN AKM MENUJU SEKOLAH BERKUALITAS AKM 2021 SD, SMP, SMA, SMK Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here