Tugas Akuntansi Perpajakan
Tugas Akuntansi Perpajakan

Pertanyaan :

  1. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi dan mengapa akuntansi perpajakan itu penting ?
  2. Apa yang anda ketahui dengan :
    a. Setara kas menurut SAK_ETAP
    b. Kas dan bank
  3. Apa yang anda ketahui mengenai :
    a. “efek” menurut SAK_ETAP
    b. “idle cash”
    c. Obligasi
  4. Mengapa dalam suatu perusahaan perlu membentuk rekening cadangan kerugian piutang ?
  5. Sebutkan sistem pencatatan persediaan yang anda ketahui, jelaskan.

Jawaban :

  1. Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Aktivitas dasar dalam akuntansi yaitu mengidentifikasi, merekam dan mengkomunikasikan. Pengguna laporan keuangan yang dimaksud adalah pengguna internal dan pengguna eksternal. Akuntansi pajak, merupakan bagian dalam akuntansi yang timbul dari unsur spesialisasi yang menuntut keahlian dalam bidang tertentu. Akuntansi pajak tercipta karena adanya suatu prinsip dasar yang diatur dalam UU perpajakan dan pembentukannya terpengaruh oleh fungsi perpajakan dalam mengimplementasikan sebagai kebijakan pemerintah. Akuntansi perpajakan sangat penting karena tujuan dari akuntansi pajak adalah menetapkan besarnya pajak terutang yang lebih akurat berdasarkan laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan. Sehingga perusahaan dapat memperkirakan posisi pajak terhutang dengan kemampuan ekonomi perusahaan.

2. Setara Kas, Kas dan Bank
a. Setara kas menurut SAK_ETAP, Setara kas menurut SAK_ETAP Adalah investasi jangka pendek dan sangat likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi ata lainnya. Oleh karena itu, Investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.

Setara kas (cash equivalen) adalah invetasi yang sifatnya sangat likuid,berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risoko perubahan, nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagai setara kkas hanya jika segara akan jatuh tempoo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas, sebagai contoh, saham preferen yang dibeli dan akan jatuh tempo serta tanggal penebusan (redemption date) teah ditentukan.

b. Kas dan Bank, Kas merupakan harta lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan selain itu banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas. Menurut Standar Akuntansi keuangan tahun 1994 yang dimaksud dengan kas adalah pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan scara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Contoh dari perkiraan-perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dari bank adalah: Kas kecil (Petty Cash) dalam rupiah maupun mata uang asing, Saldo rekening giro di bank, Bon sementara (IOU), Bon-bon kas kecil yang belum direimbursed dan Check tunai yang akan didepositokan Dan yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank dalam neraca adalah Deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan (time deposit), Check kosong dan check mundur, Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund) dan Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan.

3. Efek, Idle Cash dan Obligasi
a. Efek menurut SAK ETAP, Efek menurut SAK ETAP adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Efek utang adalah efek yang menunjukkan hubungan hutang piutang antara kreditor dengan entitas yang menerbitkan efek. Efek ekuitas adalah efek yang menunjukkan hak kepemilikan atas suatu ekuitas, atau hak untuk memperoleh (misalnya: waran, opsi beli) atau hak untuk menjual (misalnya opsi jual) kepemilikan tersebut dengan harga yang telah atau akan ditetapkan.
Pada penyajian laporan keuangan, efek utang maupun ekuitas harus dikelompokan menjadi tiga jenis, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Efek Dimliki Hingga Jatuh Tempo (Held to Martuty – HTM)
Apabila entitas memiliki investasi utang HTM dan berniat memiliki hingga jatuh tempo, maka investasi dalam efek utang tersebut harus diklasifikasikan dalam kelompok investasi dala utang dan disajikan dalam neraca sebesar biaya perolehan setelah amortisasi prem/diskonto.

Efek “Diperdagangkan” (Trading)
Surat berharga dalam bentuk apapun saham yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalamperiode singkat (kurang dari 3 bulan atau mungkin diukur dalam hitungan hari). Menurut IAI dalam SAK ETAP (2009:46-47) investasi utang yang dikelompokkan dalam kelompok “trading” diukur sebesar nilai wajarnya dalam neraca. Efek yang dibei dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat, harus diklasifikasikan dalam kelompok “trading”. Pengelompokkan ini biasanya ditunjukkan dengan frekuensi pembelian dan penjualan yang sering dilakukan. Tujuan dari investasi utang ini dimiliki adalah untuk menhasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek. Laba/rugi yang belum direalisasi atas investasi utang “trading” harus diakui sebagai penghasilan.

Efek “Tersedia Untuk Dijual” (Avaible for Sale – AFS)
Menurut Kieso, Weygand, dan Warfield (2007:842-845, 848-850) investasi dalam bentuk utang maupun ekuitas yang termasuk dalam kategori AFS dilaporkan sebesar fair valuedalam neraca. Keuntungan/ kerugian yang belum terealisasi terkait dengan perubahan fair value akan dicatat dalam akun unrealized gain or loses (bagia dari laporan laba/rugi yang dilaporkan dalam ekuitas). Perubahan fair valuetidak akan dilaporkan sebagai bagian dari net incomesampai investasi tersebut dijual.

b. Idle Cash
Dana kas menganggur (idle cash) adalah kelebihan kas yang tidak diperlukan dalam waktu dekat. Biasanya kelebihan dana ini kelebihan dana ini dimanfaatkan untuk membeli atau menanamkannya dalam bentuk surat-surat berharga yang dapat segera dijual. Investasi jangka pendek atau surat-surat efek harus memenuhi syarat-syarat aman, likuid, dan menghasilkan.

c. Obligasi
Obligasi merupakan surat peminjaman uang yang akan dilunasi setelah jangka waktu tertentu, Umumnya obligasi memberika penghasilan bungan dengan jumlah tetap kepada invetor. Ada kalanya obligasi juga mempunyai hak atas pembagian keuntungan.

Penjelasan Pasal 4 ayat (1) bagian (g) UU PPh menganggap bagian keuntungan terseut sebagai penghasilan. Perlakuan akuntansi pajak atas sekuritas obligasi hamper sama dengan saham. Jika dalam pembelian obligasi termasuk dalam unsure bunga berjalan, bunga tersebut harus diperhitungkan sebagai penghasilan. PPh yang dipungut atas bunga obligasi yang tidak dijual di bursa efek tidak boleh dikapitalisasi, tetapi harus dicatat sebagai pajak yang dibayar di muka (PPh 23 dengan tariff 15% x penghasilan bruto). Sedangkan bunga obligasi di bursa efek dikenakan PPh final (PPh 4 ayat 2) sebesar 20% dari penghasilan bruto.

Selain bunga tetap, penghasilan obligasi bunga berupa capital gain dan realisasi diskonto (selisih antara nilai nominal dengan nilai perolehan) pada saat pelunasan obligasi. Hanya bunga obligasi dan dividen dari saham yang diperdagangkan di bursa yang diterima WP perseorangan yang tidak melebihi jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak (setahun) dibebaskan dari pajak. Prinsip penilaian sekuritas saham berlaku juga atas obligasi. Demikian juga dengan pencatatan pelaporan obligasi melalui bursa efek diperlakukan sama dengan saham.

4. Rekening Cadangan Kerugian Piutang

Perusahaan pada umumnya pasti mengharapkan penjualan dapat dilakukan dengan tunai. Tetapi penjualan kredit juga bisa terjadi didalam transaksi penjualan perusahaan, dengan harapan tenggat waktu pembayaran yang sesingkat-singkatnya agar arus kas didalam perusahan masuk dengan cepat. Menjual barang atau jasa secara kredit merupakan hal yang biasa, dengan penjualan secara kredit berarti sebagai pihak penjual akan mencatatnya sebagai piutang. Tetapi terkadang piutang-piutang tersebut tidak dapat di tagih (piutang tak tertagih), oleh karena berbagai sebab dan alasan.

Pengertian piutang tak tertagih adalah kerugian piutang bagi perusahaan akibat sejumlah piutang yang tidak dilunasi oleh pihak debitur. Pengendalian terhadap piutang perlu dilakukan untuk penghapusan piutang tak tertagih dengan membentuk rekening cadangan kerugian piutang.

Cadangan Kerugian Piutang adalah cadangan yang ditetapkan dari jumlah piutang oleh perusahaan karena adanya piutang tak tertagih. Cadangan Kerugian Piutang disajikan di Neraca sebagai pengurang piutang. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa piutang yang di sajikan di laporan keuangan (Neraca) adalah hanya sebesar jumlah piutang yang diharapkan dapat ditagih.

Untuk menetapkan jumlah cadangan Kerugian Piutang, dapat digunakan 3 (tiga) metode :

  1. Pendekatan Laba-Rugi (yaitu berdasarkan jumlah Penjualan)
  2. Pendekatan Neraca (yaitu berdasarkan saldo Piutang)
  3. Analisis umur Piutang
    Untuk itu perusahaan perlu membentuk rekening cadangan kerugian piutang atau penyisihan piutang tak tertagih. Agar perusahaan tidak dipusingkan dengan piutang dan aktivitas usaha terus berjalan dengan baik. Pengendalian terhadap piutang melalui pembentukan rekening cadangan kerugian piutang sangat penting, bukan saja untuk keberhasilan sebuah perusahaan, tetapi juga untuk memelihara hubungan yang memuaskan dengan pelanggan.

6. Sistem pencatatan persediaan
a. Metode Pencatatan Perpetual, Metode pencatatan persediaan barang secara bekelanjutan (real-time) atau juga biasa disebut pencatatan system buku. Pada metode perpetual, nilai persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) setiap barang yang masuk dan keluar dicatat sesuai dengan waktu terjadinya transaksi. Untuk menjamin keakuratan jumlah persediaan maka pada periode tertentu (bulanan/ tahunan) akan dilakukan perhitungan secara fisik (stock opname).

Setiap barang akan mempunyai identitas (nomor/ SKU) yang dicatat secara manual pada kartu persediaan (bin card) atau dicatat dengan sistem komputer yang terintegrasi.

Dengan penerapan metode pencatatan perpetual, kita bisa mengetahui jumlah persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) setiap saat.

Kelebihan sistem pencatatan persediaan metode perpetual yakni perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa. Alasannya, perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu.

b. Metode Pencatatan Periodik, Metode pencatatan persediaan barang fisik secara pada waktu tertentu atau biasa disebut sistem perhitungan fisik. Pada sistem pencatatan periodik, persediaan tidak dicatat ketika ada pembelian ataupun penjualan.

Nilai persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) akan dicatat pada akhir periode (bulanan/ semester/ tahunan) berdasarkan perhitungan stock opname/ perhitungan fisik dilakukan.

Penerapan metode pancatatan periodik ini, perhitungan HPP akan menjadi lebih ringkas dan sederhana.

Kelebihan metode periodik yakni perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat.

Sementara kekurangan sistem pencatatan persediaan metode periodik adalah tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan. Kelemahan lain metode periodik yaitu memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek misal 3 dan 6 bulanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here