Job Sheet Sistem Pendingin

Job Sheet Sistem Pendingin


Pemeliharaan sistem pendingin perlu dilakukan untuk memastikan sistem bekerja dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan ( dalam hal ini sistem pendingin bertugas mengatur / menjaga temperatur mesin berkisar antara 80o C – 90o C) , sehingga kendaraan dapat beroperasi secara maksimal pada temperatur kerja.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari Servis / Tune up Mobil. Untuk melakukan pemeliharaan Sistem pendingin anda dapat mengikuti prosedur seperti pada Job Sheet di bawah ini:
Tujuan : Setelah melaksanakan praktik diharapkan siswa dapat :
1. Memeriksa tinggi permukaan air pendingin.
2. Memeriksa kondisi air pendingin.
3. Memeriksa sistem pendinginan.
4. Memeriksa kerja tutup radiator.
5. Memeriksa thermostat
6. Memeriksa Pompa air
7. Memeriksa tali kipas.
8. Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas
Bahan dan Alat:
1. Unit engine stand
2. Tool box
3. Alat tes radiator.
4. Radiator cap tester
5. Lap/majun.
Keselamatan Kerja :
1. Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya.
2. Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.
3. Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.
4. Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object.
5. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
6. Hindari tindakan yang dapat mengganggu keselamatan kerja.

Job Sheet Sistem Pendingin / Langkah Kerjanya :

1. Lakukan pengamatan training obyek yang akan anda kerjakan tentang kondisi dan cara kerjanya.
2. Jika harus melakukan pembongkaran maka melakukan langkah pembongkaran dengan efektif, efesien, dan sistematik dengan menggunakan peralatan yang sesuai atau peralatan alternatif yang sesuai.
3. Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin
Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL.
Gambar Pemeriksaan tinggi air
4. Memeriksa kondisi air pendingin
Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.
Gambar Pemeriksaan kondisi air pendingin
5. Memeriksa sistem pendinginan
Periksalah kemungkinan terjadi:
a. Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator.
b. Kerusakan pada klem slang radiator.
c. Kisi-kisi radiator berkarat.
d. Kebocoran pada pompa air,
pipa radiator (core),penguras.
Gambar Pemeriksaan sistem pendinginan
6. Memeriksa kerja tutup radiator
Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik, atau jika secara fisik rusak.
Tekanan pembukaan katup :
STD : 0,75 – 1,05 kg/cm2
Limit : 0,6 kg/cm2
(sesuaikan dengan ketentuan manual)
Gambar Pemeriksaan kerja tutup radiator
7. Lakukan pelepasan thermostat. Pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas saluran air keluar (selang karet atas)
c. Melepas tutup rumah thermostat, kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya.
8. Pemeriksaan thermostat, dengan cara sebagai berikut:
a. Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap, kemudian periksa temperatur pembukaan katup.
Temperatur pembukaan katup: 80° – 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, thermostat perlu diganti.
b. Memeriksa tinggi kenaikan katup. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, maka termostat perlu diganti. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° adalah 8 mm atau lebih.
9. Lakukan pemasangan thermostat, adapun pemasangannya dengan cara sebagai berikut:
a. Memasang gasket baru pada thermostat.
b. Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Posisi jiggle valve dapat digeser, 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda.
c. Memasang saluran air keluar
10. Lakukan pelepasan pompa air dengan cara sebagai berikut:
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas tali kipas, kipas, kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut:
1) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas
2) Mengendorkan pivot dan baut penyetel, alternator, kemudian lepas tali kipas.
3) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli
4) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida
c. Melepas pompa air
11. Lakukan pemeriksaan komponen pompa air. Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Apabila diperlukan, bearing pompa air harus diganti.
12. Lakukan pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon.
13. Lakukan pelepasan komponen pompa air. Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa, dudukan puli, bearing, satuan seal, rotor, gasket dan plat (lihat gambar 3). Nama komponen yang diberi tanda ◊ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen.
14. Memeriksa tali kipas
a. Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak, perubahan bentuk, aus atau terlalu keras. terkena oli atau paslin/grease.
b. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.
Gambar Pemeriksaan tali kipas secara visual
15. Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas
Dengan tekanan 10 kg/cm2, tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali :
Pompa air – Alternator : 7 – 11 mm
Engkol – Kompressor : 11 – 14 mm
Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.
Tegangan tali kipas :
Baru : 100 – 150 Lbs
Lama : 60 – 100 Lbs.
(sesuaikan dengan ketentuan manual)
Gambar Pemeriksaan tegangan tali kipas
Gambar Penyetelan tegangan tali kipas
16. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.
17. Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas
18. Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here