Meminimalkan Pembuangan Air dan Sistem Resilkulasi Tertutup
Meminimalkan Pembuangan Air dan Sistem Resilkulasi Tertutup

sistem resirkulasi pada budidaya ikan pdf, konstruksi sistem resirkulasi, komponen recirculating akuakultur system, sistem resirkulasi sederhana, gambar resirkulasi, kekurangan sistem resirkulasi, jenis jenis recirculating aquaculture system, jurnal tentang sistem resirkulasi dalam budidaya

Rekayasa lingkungan wadah budi daya perikanan dengan sistem resilkulasi tertutup dan pembuangan air minimal itu hampir sama pada areal budi daya yang terbagi menjadi unit-unit terpisah antara lain, yaitu : (1) kolam pembesaran, (2) kolam penampungan air, (3) kolam pengendapan atau reservoir, dan (4) kolam treatment.

Untuk perbaikan system kolam tambak yang menjadi komponen dasar terdapat pada yaitu : (1) kolam pembesaran (2) kolam pengendapan dengan sekat dan biofilter, (3) kolam penampungan air dengan biomanipulator greenwater. Desain tambak atau kolam udang dengan sistem resirkulasi mempunyai luas umumnya 50- 75% daripada luas total fasilitas tambak secara intensif.

Sedangkan untuk bentuknya berbeda-beda namun biasanya persegi panjang. Biasanya pada bentuk tersebut mempunyai luas sekitar 0 , 5 – 1 , 0 h a . P ematang dari tambak atau kolam pembesaran ini dapat terbuat dari tanah, konkrit dari semen, dan dapat pula dilapisi plastik.

Meminimalkan Pembuangan Air dan Sistem Resilkulasi Tertutup

Selain itu dibuatlah pematang, pintu air, sistem saluran untuk menampung kedalaman air 100-150 cm. Luas kolam penampungan air paling sedikit 25 % dari pembesaran. Pada kolam penampungan dengan biomanipulator green water air masuk seluruhnya ditampung paling tidak selama sepekan sebelum dialirkan ke kolam pembesaran. Jika kolam penampungan ini tersedia hanya satu saja, maka sebaiknya dibagi menjadi dua bagian yang bisa dipakai bergantian.

Pada kolam penampungan ini s a l i n i t a s b i s a d i ko n t ro l d a n disesuaikan. Keberadaan kolam penampungan ini juga dapat membantu mengurangi adanya inang pembawa penyakit jenis udang-udangan. Biomanipulator yang ditebar pada kolam penampungan ini yaitu : bandeng, belanak, dan tilapia jantan. Beberapa spesies s e b a g a i b iomanipulator ini membantu mempertahankan kondisi air dengan menimbulkan green water.

Pada kolam penampungan dengan biomanipulator green water ini dapat dilakukan penebaran ikan dengan kepadatan 5.000 -10.000 ekor per hektarnya atau setara dengan volume biomassa sebesar 1,5 -2,5 ton / ha.Kolam pengendapan dengan sekat dan biofilter itu merupakan tempat pengendapan yang umumnya disebut kolam sedimentasi, kolam penampungan buangan atau kolam treatment yang dilengkapi dengan sekat dan biofilter seperti oyster dan kerang hijau.

Fungsi dari kolam tersebut yaitu untuk menampung air buangan dari kolam pembesaran agar zat hara terlarut dan butiran zat padat melayang berkurang seminimal mungkin sebelum dialirkan lagi ke kolam penampungan. Selain itu saluran pembuangan utama dapat juga berfungsi sebagai pengendapan. Pintu pengaturan air juga harus dibuat pada kolam ini untuk mencegah air buangan tidak melimpah keluar sebelum zat padat melayang-layang jadi mengendap semua.

sistem resirkulasi pada budidaya ikan pdf, konstruksi sistem resirkulasi, komponen recirculating akuakultur system, sistem resirkulasi sederhana, gambar resirkulasi, kekurangan sistem resirkulasi, jenis jenis recirculating aquaculture system, jurnal tentang sistem resirkulasi dalam budidaya

Tata letak dan desain kontruksi wadah merupakan perencanaan susunan terdiri dari model dan letak yang akan dibuat sesuai dengan tujuan kegiatan budi daya pembesaran. Untuk itu dalam kegiatan budi daya pembesaran komoditas perikanan air payau dan laut wadah yang dibuat harus disesuaikan dengan jenis komoditasnya.

Terdapat berbagai komoditas perikanan payau dan laut baik dari jenis ikan dan nonikan membutuhkan perencanaan dalam desain kontruksi wadah pembesarannya. Tata letak dan desain kontruksi wadah pembesaran ikan secara umum terdiri atas bagian-bagian berikut : (1) ukuran dan bentuk, (2) kedalaman, (3) pematang, (4) dasar wadah, (5) saluran air, dan (6) pintu air masuk /inlet dan keluar /outlet. Kontruksi tambak udang vaname menurut Supono, 2018 meliputi pemilihan lokasi, ukuran kolam baik luas maupun kedalaman, elevasi, tata letak (layout), dan atribut kelengkapan.

Desain dan konstruksi KJA ikan kerapu harus kuat dan stabil mengambang untuk meminimalisasi risiko kerusakan. Standar persiapan KJA ikan kerapu dilakukan dengan cara : (1) membersihkan keramba dari puing-puing atau melalui penyemprotan, (2) merendam dalam desinfektan, (3) mengeringkan dengan cahaya matahari di tempat bersih, (4) memeriksa daya apung dan kekuatan bingkai keramba, dan (5) mengatur keramba di lokasi sesuai.Pembesaran udang vaname saat ini sudah mulai dikembangkan pada skala kecil. Artinya budi daya vaname dapat dilakukan dengan modal yang tidak terlalu banyak.

Untuk itu penggunaan wadah budi dayanya pun dapat menggunakan bak beton dan bak bundar yang dilapisi terpal atau dikenal kolam terpal.Proses sanitasi wadah umum dilakukan pada bak pembesaran udang baik bak beton maupun bak yang dilapisi terpal dengan menyikat seluruh permukaan dan dinding wadah. Setelah itu, dilakukan pembilasan menggunakan air tawar untuk menghilangkan bahan menempel. Selanjutnya dilakukan pengeringan untuk membebaskan dari sember penyakit. Persiapan tambak dilakukan dengan pengapuran, pengeringan, pembalikan, pembuangan sedimen organik, dan pemupukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here