Edupreneurship

Edupreneurship
Edupreneurship

Edupreneurship dan entrepreneurship education.

  • Menurut saya antara edupreneurship dan entrepreneurship education adalah tidak sama atau berbeda. Kenapa berbeda menurut saya kewirausahaan di bidang pendidikan dengan pendidikan kewirausahaan adalah dua hal yang berbeda dan memiliki perannya masing-masing. Edupreneurship lebih menekankan pada pola educator/teacher dapat menjadi seorang pendidik atau guru yang kreatif dan produktif dalam PBM sehingga tenaga pendidik yang memiliki jiwa preneurship diharapkan bisa menularkan jiwa preneurship kepada peserta didik.
  • Sedangkan untuk entrepreneurship education adalah memiliki fungsi yang lebih luas dimana seseorang sebagai guru maupun siswa mampu mengorganisasikan orang lain untuk kegiatan produktif.
  • Implementasi pembelajaran dari keduanya memiliki fungsi dan peran sendiri-sendiri walaupun peran dan fungsi dari entrepreneurship education lebih luas. Dikarenakan menurut saya Edupreneurship merupakan salah satu bagian dari entrepreneurship education karena proses kewirausahaan di bidang pendidikan merupakan satu kegiatan yang diharapkan guru dan siswa mampu melaksanakan proses edupreneurship. Sedangkan entrepreneurship education memberikan pola manajemen yang jelas kepada pelaksanaan edupreneurship.
  • Tujuan akhir dari keduanya adalah memberikan peran dan fungsi secara jelas dan terstruktur kepada guru maupun siswa sesuai dengan perang dan fungsinya masing-masing demi menuju tujuan yang sama yaitu sebagai seorang entrepreneurship. Proses yang berjalan di antara keduanya memberikan hasil yang sangat signifikan terhadap hasil akhir dari siswa dan guru sebagai seorang wirausahawan.

Sebagai kepala sekolah berdasarkan pengalaman setelah mengikuti kuliah edupreneurship.

  • Peluang yang bisa dikembangkan menjadi edupreneurship adalah memberikan keleluasaan kepada guru dan siswa dalam melakukan proses edupreneurship. Kepala sekolah sebagai pembuat kebijakan dan pengatur jalanya kebijakan maka proses pengambilan kebijakan akan memudahkan proses edupreneurship didalam dunia pendidikan. Sehingga siswa dan guru akan memiliki payung hukum yang jelas dalam pelaksanaan edupreneurship.
  • Langkah-langkah yang akan diambil sebgai kepala sekolah untuk terwujudnya edupreneurshipdi sekolah :
  1. Pembuatan dasar hukum atau aturan yang jelas yang bisa dijadikan dasar hukum untuk para pelaku kebijakan.
  2. Pembuatan tim pendampingan, pelaksanaan, dan Quality Control.
  3. Sekolah berperan aktif dalam proses pendampingan, pelaksanaan dan qc pada proses edupreneurship yang berjalan.
  4. Sekolah ikut berperan dalam memajukan kegiatan edupreneurship.
  5. Sekolah juga sebagai motivator dan juga sebagai konsultan ketika ada masalah dalam proses edupreneurship.
  6. Sekolah melakukan proses evaluasi dan penentuan proses selanjutnya dari setiap kegiatan edupreneurship.
  • Manfaat dari kegiatan edupreneurship bagi warga sekolah.
  1. Tumbuhnya jiwa wirausahawan bagi warga sekolah.
  2. Semakin kreatif dan terampil dalam proses berwirausaha.
  3. Mengetahui peluang dan kesempatan yang bisa di ambil sebagai langkah awal untuk memulai wirausaha.
  4. Mendapatkan proses motivasi, pendampingan, dan control dari sekolah
  5. Mampu menjadi wirausahawan sukses dimasa depan.

Konsep edupreneurship menurut saya.

  • Behavior: sebagai seorang pelaku edupreneurship menurut saya harus memiliki tingkah laku yang baik. Rasa percaya diri, memiliki mental pemimpin, keorisinilan ide, berorientasi pada masa depan, tanggung jawab, jurur kreatif, inovatif harus dimimili oleh seseorang yang berkecimpung di dunia edupreneurship.
  • Manajemen: proses manajemen yang dilakukan harus mengacu kepada standar yang berlaku. Proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan, dan proses pengendalian harus dilaksanakan. Dikarenakan proses manajemen merupakan proses yang sangat penting dan butuh keahlian khusus. Sehingga dengan adangan alur dan program kerja yang jelas maka akan menghasilkan hasil yang maksimanl
  • Inovasi: inovasi sangat diperlukan perusahaan yang tidak melaksanakan proses inovasi maka akan mengalami kemunduran dan mulai akan ditinggalkan oleh para konsumenya. Sehingga riset dan development harus dilaksanakan setiap saat dan memiliki porsi anggaran yang jelas.

Implementasi edupreneurship pada teaching factory dan business center.

  • Pembelajaran teaching factory adalah suatu proses pembelajaran dimana suasana pembelajaran disesuaikan dengan suasana yang sebenarnya pada dunia industri. Sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman bekerja sesuai dengan replika konsisi perusahaan yang sebenarnya. Tujuan dari pembelajaran teaching factory adalah menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dengan pembelajaran yang berjalan di sekolah.
  • Pelaksanaan pembelajaran teaching factory di sekolah diharapkan untuk melibatkan pihak industri terkait dalam bidang pengawasan produk. Sekolah diharapkan dalam proses pembelajaran teaching factory bisa membuat program unit produksi sendiri dengan produk yang sesuai dengan standar.
  • Business center adalah sebuah program yang digunakan pada sekolah kejuruan untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat dalam bidang ekonomi bisa dengan usaha perdagangan dalam beberapa macam barang dan jasa yang disediakan
  • Pelaksanaan praktek business center untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa menggunakan beberapa tahapan pelaksanaan program dari kegiatan perdagangan retail dan grosir, penjualan langsung, pemasok, produksi barang dan layanan jasa. Siswa juga memulai dengan tahapan promosi, penjualan, control dan evaluasi.

Cara untuk mengembangkan potensi edupreneurship.

  • Mampu melihat peluang dan mampu mendapatkan ide usaha yang baru
  • Mampu bertindak untuk melakukan penemuan inovasi yang baru. Menjadikan nilai ekonomis dan lebih bermanfaaat.
  • Berani dan mampu mengambil resiko untuk menjalankan proses edupreneurship.
  • Mengenali kemampuan pribadi

Manajemen edupreneurship.

  • Struktur organisasi digunakan untuk mempermudah hubungan antara setiap bagian dan juga mengetahui tugas dan posisi dari setiap pelaku edupreneurship.
  • Penjaminan mutu merupakan bagian yang sangat fital yang digunakan untuk menjadi proses penetapan dan proses pemenuhan standar mutu yang sesuai dengan standar baku dari proses edupreneurship di lingkungan sekolah.
  • Strategi pemasaran digunakan untuk memasarkan suatu produk barang dan jasa dengan menggunakan strategi, pola, rencana atau taktik tertentu yang sesuai dengan ketentuan dan proses yang berlaku pada edupreneurship.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here